Posterous theme by Cory Watilo
septianessty sutjipto

Rumah Cokelat oleh @sittakarina - a book review

P46

Judul : Rumah Cokelat
Penulis : Sitta Karina
Penerbit : Buah Hati
Tahun terbit : 2011
Tebal buku : 226 hlm

Hannah Anditho kalut luar biasa. Ucapan sayang si kecil Razsya, putranya yg berusia dua tahun, malah ditujukan untuk asisten rumah tangganya dan bukan untuknya. Ia merasa posisinya sebagai seorang Ibu diragukan, apalagi karena kesibukannya sebagai ibu pekerja.

Rumah Cokelat adalah gambaran kehidupan keluarga kecil masa kini, dimana ketika ayah dan ibu bekerja maka porsi membesarkan, mengasuh juga mengawasi perkembangan anak ikut diatur oleh kehadiran asisten rumah tangga, baby sitter bahkan ibu sendiri atau ibu mertua. Hal yang tak bisa dihindari tapi harus diberi solusi.

Jujur awal membaca buku ini saya sempat merasa jetlag dengan tulisan Kak Arie. Terbiasa dengan gaya penulisan teen-lit dan sekarang muncul dengan mom-lit, membuat saya agak kurang bisa menikmati awal cerita, apalagi pada cerita kesibukan Hannah yang berulang-ulang. Namun Sitta Karina tetap penulis yang saya kagumi karya-karyanya, selalu ada nilai-nilai positif yang bisa diambil dari buku-bukunya dan kali ini saya akan mengutip kalimat Wigra Andhito, "Life is also about dancing in the rain. Together." Juga ilustrasi cat air yang mewakili setiap penggalan ceritanya.

Kali ini Kak Arie menghadirkan sosok Wigra Andhito, suami Hannah, untuk dikagumi. Terlepas dari klan Hanafiah (walaupun tetap disinggung juga di buku ini).

Untuk meringkas review ini, maka satu kata yang saya katakan untuk buku ini adalah pas. Pas karena menggambarkan kehidupan keluarga kecil masa kini dan pas untuk penggunaan bahasa inggris yang tidak berlebihan. Maka ijinkan saya memberi nilai 4 bintang untuk buku ini dan menyimpan nilai sempurna untuk novel Hanafiah *evil smirk

Congratulation, Kak Arie! :D