Posterous theme by Cory Watilo
septianessty sutjipto

Fly to the Sky, a book by @NinaArdianti and @moemoerizal - a review

P331

Judul buku : Fly to the Sky
Penulis : Nina Ardianti dan Moemoe Rizal
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2012
Tebal buku : 360 hlm

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih pada Gagas Media yang telah memasangkan Nina Ardianti dan Moemoe Rizal dalam proyek #GagasDuet ini :)

"Fly to the Sky" pun merupakan gabungan dua novella. Namun dalam buku ini dibagi menjadi dua bagian untuk tokoh utama wanita dan tokoh utama laki-laki.

Adalah Edyta, lajang 26 tahun yang sedang menghadapi quater life crisis juga kehebohan para kakak-kakaknya yang bersikap sebagai mak comblang. Edyta selalu menganggap pencomblangan ini dikarenakan kakak-kakaknya ingin Edyta mendapatkan lelaki yang terbaik, terutama karena Edyta adalah orang yang ceroboh. Bagaimana pun juga setelah kakak-kakaknya menikah harus ada lelaki yang sanggup clean up her mess seperti yang mereka lakukan selama ini.

Ardian, pilot muda berusia 28 tahun dalam pencarian seorang calon istri. Ia menginginkan istri yang sempurna, paling tidak sesuai dengan checklist-nya. Dan yang pasti ceroboh tidak ada dalam daftar itu.

Namun bagaimana jika Edyta dan Ardian bertemu di sebuah restoran, terpaksa berbagi meja? Apakah ada yang berubah di antara keduanya?

I just love the idea of this book. Nina dan Moemoe berhasil meramunya dalam sebuah formula yang jauh dari kata membosankan ataupun klise. Detail-detail dunia perbankan dengan dunia penerbangan menjadi dua hal yang menarik untuk dikombinasikan. Apalagi karena Nina memang bekerja sebagai bankir dan Moemoe, penggila pesawat terbang.

Ada sedikit yang mengganggu, bahkan sebenarnya bisa diabaikan. Namun tetap perlu diutarakan adalah bahwa buku ini sangat Jakarta. Apalagi penyebutan nama kawasan dan jalan-jalan yang benar-benar detail. Saya sendiri agak kesulitan membayangkan, karena bukan warga jakarta.

Namun marilah berpikir positif bahwa Nina dan Moemoe memang sedang mengajak saya untuk berkeliling di kawasan terpadat Jakarta dengan cerita mereka.

Terakhir saya berikan nilai sempurna 5 bintang dari 5.

Sukses terus untuk Nina dan Moemoe!

Cheers! ;)

Beautiful Mistake, a book by @sefryanakhairil and @priscaprimasari - a review

P326

Judul buku : Beautiful Mistake
Penulis : Sefryana Khairil & Prisca Primasari
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2012
Tebal buku : 260 hlmn

"Tuhan sudah merencakan aku dan kamu bertemu di suatu waktu."

Seakan ini adalah rencana Yang Di Atas, di suatu sore saat saya kebingungan ingin membaca buku yang tidak biasa, buku ini tiba-tiba hadir di hadapan saya :)

Buku ini jelas jauh dari kata biasa, lihat saja nama penulisnya yang merupakan salah satu penulis best-seller di Indonesia, Sefryana Khairil dan Prisca Primasari. Apalagi dengan embel-embel duet dalam buku ini, memastikan buku ini sebagai buku yang tak biasa.

Awalnya saya berpikir ini merupakan sebuah novel yang ditulis berdua, namun ternyata buku ini berisi dua buah novella yang memiliki sebuah tema besar yakni "Beautiful Mistake" atau dapat diartikan sebagai kesalahan yang indah.

Dibuka dengan novella dari Sefryana Khairil yang berjudul Dreamland. Cerita berkutat pada kehidupan cinta Nadine dan Fajar. Nadine, wanita muda yang dikecewakan cinta dan Fajar, duda yang masih terbayang-bayang cinta pada istrinya yang telah meninggal dunia. Konflik pun berkembang dan diselesaikan dengan sangat manis. Ini adalah pertama kalinya saya membaca tulisan Sefryana Khairil dan saya langsung menyukai tutur bahasa yang ia gunakan. Terutama penggunaan nama-nama minuman cocktail untuk judul setiap bab-nya, sangat pas dengan cerita dimana Fajar adalah seorang bartender.

Namun disayangkan, mungkin karena pengerjaan novella ini cukup terburu-buru sehingga beberapa detail terlupakan. Ketika di bagian Nadine sedang mengaduk teh, tiba-tiba selanjutnya tertulis Nadine meminum kopi. Beberapa kesalahan ketik pun masih mewarnai halamannya.

Tapi marilah kita melihat dari sisi positifnya, bahwa novella ini memberikan sentuhan manis dan hangat saat membacanya :)

Bagian selanjutnya adalah novella karya Prisca Primasari, sama hal-nya dengan Sefryana Khairil, ini adalah kali pertama saya membaca karyanya. Novella berjudul Chokoreto, berlatar belakang Negeri Sakura, Jepang. Bercerita tentang Akai-san dan Yuki-san, dua orang yang saling menginspirasi dan mengagumi satu sama lain dengan cara tersendiri.

Ada dua hal yang sangat saya sukai dari novella ini, selain saya sangat menyukai Jepang juga karena novel ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama yang unik, sehingga tetap enak dibaca dan dinikmati.

Sepertinya novella ini ditulis Prica Primasari untuk novel sebelumnya berjudul, Eclair. Karena ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab dalam novella ini, sehingga harus membaca Eclair supaya lebih mendalami ceritanya.

Terakhir yang bisa saya sampaikan adalah kedua novella ini saling melengkapi satu sama lain dengan caranya tersendiri dan berhasil menghangatkan saya ketika membacanya. Jika kalian mencari bacaan yang tidak biasa dan istimewa, maka bacalah buku ini karena kalian akan merasakan cinta yang luar biasa ;)

Maka pantaslah jika buku ini mendapat nilai 4,5 dari 5 :)

Sukses selalu, Sefryana Khairil dan Prisca Primasari :D

Piknik Asik with @piknikasiksby :)

P316

Hello World!

It's been a while since my last post and now i'm going to tell you about Piknik Asik Surabaya :)

Today, I attended a picnic held by community called them self as Piknik Asik Surabaya held at Kebun Binatang Surabaya (KBS). This was my second time joined them, even though mas Ngkong Parto seemed forget about me :p

A little flashback, last year they also held this picnic at Taman Bungkul Surabaya and some former of Fiksi Mini Surabay were also came there. Too bad that they can't join us today.

We gathered at 8 o'clock and started to walked around. Mbak Lala, Wangi, and Bangga joined the picnic also with Ngkong Parto, Mas Dhanang, Pras, Intan.

Even though there're a small group of people but still it's fun!

Too bad, KBS management wasn't took so much care about the animals. Many animals died, that's why there're a lots of empty cages. It's smelly and dirty :(

The issued has blown that some people want to closed the zoo and build a mall instead of re-build this zoo. That is a very terrible idea. Surabaya still needs green open area to cover the city's polutions.

But still with IDR 15,000 for ticket's fee, people are still coming to KBS. Bring their spose and kids, gathering together and loosing their stress at work.

Thank you so much @PiknikAsikSby for having me and #NBCSby team today!

We're hoping that you guys out there also joining this community, to feel the new experience of weekend :D

-net kirei

ps: i'm so sorry about my bad english :p

Sang Prajurit, Putri dan Kerajaan Langit

"Hei.." Adel tak mengindahkan suara yang sayup-sayup seakan memanggilnya. Langkahnya terus lurus.
"HEI!" Suaranya mulai bertambah kencang, seiring semakin cepat ia melangkah.
Tuk. Sebuah bola kertas mengenai kepala Adel.
"Aduh! Siapa sih?" Adel berkata kesal, dan tanpa sangka ia melihat seorang pemuda jangkung sedang menyunggingkan senyum ke arahnya.
Siapa ya? Adel merasa tak pernah mengenal pemuda itu, jadi kenapa dia harus main lempar bola kertas begitu?
"Lupa ya, del?"
Adel mengangguk, tapi tak berusaha bertanya balik, ia hanya waspada dan jaga-jaga. Seganteng-gantengnya cowok ini kalo garong gimana? Begitu pikirnya.
"Apa wajahku susah diingat?" Senyum masih tak pudar dari paras tegas pemuda itu, tapi kali ini menjurus ke seringai.
Adel mundur selangkah, otaknya diperintah untuk waspada dan mengatur strategi dalam bayangan imajinasinya.
Duh siapa sih dia? Kenapa siang bolong gini digangguin preman ganteng. Eh tapi kaya'nya bukan preman deh.
"Kalau aku menyebut kamu Putri Adelia Savatri Isyana, masih tak ingat?" Si pemuda berjalan mendekati Adel.
Adel tercekat, darah seolah berhenti mengalir di tubuhnya, kakinya mendadak lemas.
Bukan karena pesona si pemuda, tapi karena dia punya semacam kekuatan yang menyerap energi Adel. Adel berusaha menggenggam batu kristal tolak bala turun temurun dari neneknya. Namun tampaknya kekuatan si pemuda berada jauh-sangat jauh dari kekuatan kristal tua.
Samar-samar otaknya mulai membuat visualisasi kerajaan Amerta di matanya, pemuda yang memberontak, pertempuran penuh darah dan Adel yang sedang berdansa. Berdansa dengan si pemuda.
"Masih lupa juga?" Kali ini ia berbisik ke telinga Adel.
Adel memejamkan mata. Mencoba mengumpulkan tenaga, namun sia-sia.
Sebuah kecupan mendarat di bibirnya, panjang, lama, namun lembut. Sampai seakan ada melodi yang mengiringinya. Melodi yang sama seperti grup musik istana biasa mainkan saat kerajaan mereka berpesta.
"Pranaya?" Ucap Adel lirih.
"Hahaha. Aku bahkan harus mencium kamu dulu ya baru kamu ingat semua." Tawanya meledak.
Adel segera mendorong tubuh Pranaya menjauh. "Apa-apaan sih kamu?"
Adel memperhatikan sekeliling, ia dan Pranaya seakan berada di sebuah gelembung raksasa yang tak kasat mata. Bisa jadi tontonan orang kan kalau ciuman di pinggir jalan begini.
Adel tersipu, tapi lalu teringat lagi, "Ngapain kamu di sini? Bukannya udah jadi pemberontak istana? Dan kenapa kamu pake ilmu grazaya* ke aku?"
"Ada yang ingin mencelakakan kamu, del?" Suara Pranaya terdengar sangat serius. Matanya mengarah pada sebuah lubang seukuran bola tenis di samping Adel dekat trotoar tempat ia berdiri. Bekasnya masih berasap dan kalau saja tadi Adel bergerak sedikit saja, ia pasti celaka.
"What the he--"
"Hahaha. Sudah ketularan makhluk bumi ya kamu."
Adel mendelik, takut kalau suara Pranaya di dengar orang-orang. Ia pindah ke bumi dengan tujuan baik, menuntut ilmu. Walaupun keputusannya itu membuat kedua orang tuanya geleng kepala.


~ continued


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Kisah Kupu-Kupu yang Lucu - a flash fiction

Aku muak. Muak dengan sebutan kupu-kupu yang lucu. Kenapa juga mesti disebut lucu? Apa aku bertampang seperti joker yang bisa membuat orang tertawa? Apa kalian tak melihat sayapku yang besar, lebar dan tampak seperti mata manusia menatap marah?

Jadi aku tidak lucu. Paling tidak, aku bukanlah kupu-kupu yang lucu.

Tapi mungkin dia, mungkin si lemah itu yang lucu. Paling tidak aku yang selalu menertawakannya ketika ia berhasil ditangkap oleh manusia, kemudian di kembalikan lagi ke sini karena dirasa tak ada yang istimewa darinya. Ia sebenarnya tidak jelek, tapi yah..biasa. Standar kupu-kupu yang sering kau lihat di sekelilingmu.

"Baru kembali lagi?" tanyaku.
"Ah iya aku kurang hati-hati." katanya sambil mengepakkan sayap tipisnya.
"Apa rasanya?" tanyaku tiba-tiba.
"Hah?"
"Rasanya ditangkap, dikembalikan lagi, begitu terus."
Ia tersenyum, "Luar biasa."
"Hah?" ganti aku yang kebingungan.
"Hidup di luar sana memang lebih mengerikan daripada di sini. Aku sedang belajar menghargai hidup dan mensyukurinya jika sedang tertangkap. Toh nyawa pun bukan aku yang punya."
Aku tertegun. Sebagai seorang kupu-kupu yang lucu, ia bahkan lebih hidup ketimbang aku.

Atau mungkin sebenarnya akulah si kupu-kupu yang lucu. Lucu sebagai lelucon hidup yang siap ditertawakan karena tak pernah belajar untuk hidup.

22/03/2012
6:53 am

Prolouge Salsabeela - Salsabeela's Writing Competition

"Dek, kok gitu sih bajunya?" Sania melihat adiknya dalam balutan kaos, celana jeans dan jilbab yang hanya diikat ke belakang padahal mereka akan ke kondangan!

"Yah, mbak. Beela gak punya baju lain nih, lagian kenapa sih yang penting adek kan pake baju." Helaan nafas Sania tampaknya tak menggetarkan Salsabeela untuk mengganti bajunya.

Sebenarnya Salsabeela adalah gadis yang cantik, sayangnya terlalu tomboy dan sering berpakaian sesukanya. Apalagi ia hobi basket, sering sekali ia beralasan, "Beela gak mau pake yang ribet, mbak."

Padahal Sania sudah gemas sekali melihat penambilan Beela yang terlalu cuek, sampai Ibunda pun sudah menyerah menasihatinya. Sampai Sania melihat koleksi dari butik temannya, Salsabeela Shop yang kebetulan bernama sama dengan adik kesayangannya itu. Ini pasti jodoh! Sania tersenyum senang.

Ulang tahun Salsabeela tak pernah dirayakan dengan meriah, biasanya hanya Ayah, Bunda dan Sania menyiapkan nasi tumpeng untuk dibagikan pada tetangga dan anak panti asuhan di dekat rumah mereka. Namun kali ini Sania ingin membuat Salsabeela terlihat istimewa, menggunakan rok panjang selain rok sekolahnya, dan memilihkan sebuah rok denim stylish Fantasy Flare Skirt untuk Bella.

Dsc4637
Awalnya Salsabeela nyaris menolak, tapi karena bahan rok yang bagus dan nyaman dipakai untuk hari-harinya, maka kali ini ia malah berterima kasih pada Sania karena telah mengubah penampilannya. "Makasih ya, mbak. Psst..ini roknya nyaman banget. Cantik pula. Jadi secantik mbak Sania deh sekarang!"

"Adikku sayang, semua orang itu punya kecantikannya sendiri-sendiri. Punya kelebihan dan kekurangan. Tetap rendah hati ya, adik cantik. Selamat Ulang Tahun." Sania mengecup pipi adiknya.

Salsabeela tersenyum dan dalam hati berjanji di ulang tahun kali ini untuk tetap menjaga penampilan juga menjaga penampilan hatinya.

~ fin

Dear Salsabeela Shop,

Fantasy Flare Skirtnya menggoda sekali deh apalagi biasanya aku juga cuman pake celana jeans dan kaos buat hariannya. Pengen ubah-ubah penampilan sih tapi takut gak pantes :p

1s
Thank you Salsabeela Shop for the new hijab style you offer :)

 

Regards,

Septianessty Sutjipto

 

 

Sepotong Roti Senja - a flash fiction

Tari menyobek bungkus roti itu perlahan, saking pelannya, gadis cilik di sebelahnya sampai gemas ingin ikut membuka bungkusan plastik tersebut. Apa susahnya membuka seperti itu?

"Mbak Tari, cepat dong!" si kecil mulai meraung, sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai keramik yang baru saja selesai dipel oleh Tari.

Tari mempercepat gerakannya, tapi malah roti itu meluncur bebas ke lantai. "Mbak Tari! Gimana sih?! Rotinya jatuh nih! Terus Senja makan apa? Pokoknya Senja gak mau tau, mbak Tari harus ganti rotinya, kalo engga Senja bakal bilang ke mama!"
Senja mengibaskan rambutnya kemudian berbalik arah, wajahnya merah padam menahan kesal. Padahal tadi sudah terbayang nikmatnya makan roti mentega dan segelas susu coklat. Sekarang buyar!

Tari memandangi roti di tangannya. Ia tak sengaja, suara Senja tadi mengagetkannya sampai roti berlapis mentega itu meluncur begitu saja. Sayang sebenarnya, belum sampai lima menit, lagipula lantai ini kan baru saja aku bersihkan, batinnya. Dibersihkannya sedikit roti itu lalu ditiupnya tiga kali. Tari ingat betul kata orang tuanya kalau makanan jatuh itu harus ditiup biar setannya hilang.

Hmmm..nikmat sekali. Roti itu langsung lumer di mulut ketika Tari mengunyahnya. Mamanya Senja memang pernah memberinya roti itu, tapi ya tidak seplastik besar begini. Tari terdiam. Perlahan air mata menetes di pipinya, ia ingat si adik di kampung, adiknya suka sekali makanan manis, dan roti mentega lembut ini pasti akan habis sekejap dilahap. Ia ingin pulang sebentar, tapi Mamanya Senja sedang sibuk di kantornya dan Ayah sering keluar kota belakangan, sehingga Tari lah yang harus menemani Senja di rumah.

Senja berada di balik pintu kamarnya ketika ia melihat Mbak Tari menangis. Sedikit ia merasa bingung, namun perasaan bersalah menyeruak dalam dadanya. Mbak Tari tadi kan tidak sengaja, kenapa aku sampai harus kasar begitu ya? Perasaan bersalah itu makin menjalar, sampai tangannya gemetar. Tapi ia kemudian mendapat ide cemerlang.

"Tar, sini!" Mama Senja memanggil dari arah dapur, Tari bergegas menghampiri.
"Iya, bu."
"Kemarin kamu habis njatuhin rotinya adik?" Mama bertanya sambil memotong-motong tomat untuk sandwich sarapan Senja.
Tari menelan ludah. Ia memang belum bisa mengganti roti Senja karena belum terima gaji, sementara untuk meminta pada Mama, ia tidak berani.
"Ini belikan lagi sana," selembar uang dua puluh ribu sekarang terselip di tangan Tari. "beli dua sekalian buatmu juga, besok-besok kalau makanan sudah jatuh jangan dimakan ya, Tar. Nanti kalau kamu sakit perut gimana?"

"Maafin Ibu ya belum bisa ngijinin kamu pulang kampung kemarin-kemarin, Tar. Besok Eyangnya Senja dateng, kamu bisa pulang sebentar. Biar Senja dijagak Eyangnya."
Mata Tari berkaca-kaca. Ia tak menyangka hanya karena sepotong roti milik Senja sekarang ia bisa pulang menemui adik dan orang tuanya.

"Makasih, Bu. Makasih, Non Senja"

*terinspirasi dari roti mentega Matahari
19/03/2012 9:00 pm

Bintang Bunting oleh Valiant Budi @vabyo - a book review

P262

Judul buku : Bintang Bunting
Penulis : Valiant Budi
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2008
Tebal buku : 318 hlm

Membedakan kenyataan dan alam mimpi pasti terasa mudah bagi kebanyakan orang. Namun tak demikian dengan Audine, pembeda dua alam itu tak lagi kentara baginya. Lebih-lebih karena mimpinya terasa sangat nyata bahkan lebih nyata dari nyata. Hal ini tentu membuatnya bingung sendiri. Suaminya, Adam, juga merasa istrinya berubah aneh dan tak terkontrol.

Sampai Audine bertemu Mada, seorang peramal yang berusaha membantu memecahkan permasalahannya dengan menggambar bintang-bintang yang akan menjadi petunjuknya. Mulailah kita diajak bermain teka-teki oleh Vabyo.

Selama membaca buku ini saya mengharuskan diri untuk jeli, tak mau kecolongan seperti ketika membaca Joker. Tapi tetap saja saya lagi-lagi kecolongan. Jalinan ceritanya membuat saya tidak bisa menebak kejutannya sampai akhir cerita.

Walaupun jujur membaca Bintang Bunting lebih melelahkan ketimbang membaca Joker, namun meski demikian tak adil rasanya membandingkan dua buku tersebut karena layaknya anak pertama dan kedua mereka berhak mendapat penghargaan masing-masing. Di buku ini, Vabyo seakan memberikan nasihat-nasihat tersirat tentang hidup, terlepas dari covernya yang dianggap kontroversial bagi beberapa orang, bagi saya buku ini istimewa :)

Hanya saja yang masih mengganjal di benak saya, siapa yang sebenarnya membunuh si Ketua Geng Arisan? garong yang di mobil itu ya? dan kenapa harus ada tokoh Rayo?

Tapi ini mungkin saat saya belajar untuk lebih jeli lagi dan lagi :)

Kumpulan Cerita Hujan

P254

Hai semua!

Alhamdulillah akhirnya buku "Kumpulan Cerita Hujan" terbit juga via @nulisbuku :)

Setelah perjuangan edit sana-sini dan lay-out supaya bukunya makin cantik serta enak dibacanya. Sebelumnya saya selaku koordinator mohon maaf karena belum sempat meng-update blog : kisahhujan.blogspot.com :( sehingga untuk sementara promosi dilakukan di blog pribadi saya ini dulu.

Buku Kumpulan Cerita Hujan terdiri dari 8 buku yang dicetak dalam 2 versi cover. Satu cover yang bergambar awan adalah buatan Pieta Erlan ( @paperpie) dan versi 2 yang bergambar perempuan berpayung dibuat oleh Jessica Widjaja :) kalian bisa mengoleksi ke-16 covernya loh!

Untuk sekedar mengingatkan kembali, bagi kalian para kontributor dalam buku ini bisa melihat daftarnya di : http://kisahhujan.blogspot.com/2011/08/daftar-buku-kumpulan-cerita-hujan-part... dan http://kisahhujan.blogspot.com/2011/08/daftar-buku-kumpulan-cerita-hujan-part...

Dan jika kalian ingin melakukan pemesanan, kalian cukup mengirim email kepada admin@nulisbuku.com dan tuliskan nama, alamat LENGKAP, no. telpon yang bisa dihubungi serta order bukunya. Jangan lupa sebutkan judul buku lengkap dengan versinya ya ( Pieta : versi 1 dan Jessica : versi 2 )

Sekali lagi seluruh royalti yang didapat kontributor diserahkan kepada Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dan akan saya update setelah 3 bulan penjualan buku ini. Semoga buku Kumpulan Cerita Hujan dapat bermanfaat tidak hanya bagi para penulis tapi juga pembaca dan anak-anak para penderita kanker tersebut :)

Salam,
Septianessty Sutjipto
Koordinator Kisah Hujan

(you)niverse oleh @rachmalestari - a book review

P218

Judul buku : (you)niverse
Penulis : Rachma Lestari
Diterbitkan melalui : Nulisbuku.com
Tahun terbit : 2012
Tebal buku : 112 hlmn

Pernahkah kamu jatuh cinta sampai kamu merasa hanya dialah duniamu? Perkenalkan Armaghan Mahardika, vokalis Cosmo band yang sedang naik daun, sedang mengalaminya. Memendam perasaan pada gadis teman kecilnya, Lareina Athanasia, Arga harus membayar kepopulerannya dengan kehilangan kesempatan dekat dengan Atha. Menjadi bintang ternama ternyata memberi jarak di antara keduanya, padahal mereka bertetangga. Haruskah Arga terus memendam perasaannya?

Novel perdana dari Rachma Lestari--Tari ini membuat saya tertegun. Dengan proses pembuatan hanya sebulan, novel ini sudah memiliki plot yang apik dan ending yang pas. Hanya dibutuhkan komitmen yang tinggi juga niat yang kuat untuk menyelesaikannya. Begitu yang dia bagi ketika acara launching buku "(you)niverse" di Piknik Hore Ultah NBCSby di Purwodadi minggu lalu.

Dengan tulisan khas remaja dan setting dunia perkuliahan, buku ini memang menyasar usia 14-20 tahun sebagai pembacanya dengan genre teenlit. Jadi bagi para pembaca yang mengharapkan romansa mungkin akan sedikit kecewa, karena buku ini membahas cinta dengan sederhana tapi tetap bermakna.

Walaupun masih diwarnai dengan beberapa typo dan pengulangan kata, namun novel ini tetap nikmat untuk dibaca.

Sukses untuk Tari dan novelnya! Ditunggu karya-karya selanjutnya :D